Solusi komprehensif untuk menyembuhkan burung cucak ijo yang mengalami over birahi (OB). Kondisi OB ini sering kali membuat cucak ijo menjadi malas berkicau, gelisah, mengembangkan dada, serta menjulurkan lidah atau melet. Narator menekankan bahwa sekadar menurunkan porsi pakan tambahan (extra fooding/EF) tidaklah cukup jika tidak diimbangi dengan perbaikan pola perawatan harian yang konsisten.
Terapi Pengembunan dan Mandi Dua Kali Sehari: Pengembunan secara rutin di pagi hari sangat efektif untuk menstabilkan birahi sekaligus menjernihkan volume suara burung. Selain itu, cucak ijo yang sedang OB wajib dimandikan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari (sekitar jam 5 atau 6 sore), karena terapi air terbukti ampuh meredam suhu tubuh yang panas akibat birahi yang melonjak.
Pemberian EF dan Aturan Penjemuran: Porsi pakan jangkrik disesuaikan menjadi 1–2 ekor saja pada pagi dan sore hari, sementara pemberian ulat hongkong atau kroto harus dihentikan total. Berbeda dengan anggapan umum, penjemuran tetap harus dilakukan secara rutin namun dalam durasi terbatas, yaitu berkisar antara 30 hingga 60 menit saja. Penjemuran berkala ini penting untuk memberikan asupan emosi agar burung tidak mengalami OB yang semakin parah akibat kurang dijemur.
Manajemen Kandang (Tanpa Full Kerodong) dan Isolasi: Saat siang hari, burung sebaiknya tidak dikerodong penuh (full ablak) di dalam rumah agar hawanya tidak pengap dan memicu birahi makin memuncak. Burung juga harus diisolasi atau dijauhkan dari segala jenis burung lain, termasuk burung masteran kecil, karena karakter cucak ijo yang sedang OB cenderung sangat agresif dan emosional jika melihat burung di dekatnya.
Terapi Buah Selingan: Pemberian buah selingan yang bersifat mendinginkan badan diberikan secara berselang-seling dengan pisang, seperti pepaya, mentimun, tomat, buah naga, pir, atau melon. Jika tingkat OB-nya parah, buah selingan diberikan setiap dua hari sekali, sedangkan jika burung masih mau gacor, buah selingan diberikan tiga hari sekali. Pemilik perlu mengamati kecocokan buah ini karena setiap individu cucak ijo memiliki kecocokan buah yang berbeda-beda untuk menurunkan birahinya.
Sumber : dr.kicauOfficial