Momen wawancara setelah terjadinya transaksi take over spektakuler untuk seekor burung Cucak Ijo bernama "Sapu Angin" yang terjual seharga Rp50 juta. Burung tersebut dibeli oleh Mas Reza asal Jawa Timur karena sering menjadi rival berat dan mengalahkan burung-burung miliknya di arena lomba.
Proses Transaksi: Pembeli (Mas Reza) sudah memantau perkembangan Sapu Angin di berbagai event besar, mulai dari Amazon RNS, Highline, hingga Dirgantara Masterpiece. Setelah melihat konsistensi kinerjanya yang stabil di papan atas, Mas Reza langsung memberikan DP sebesar Rp20 juta dan melunasinya di lapangan gantangan.
Keistimewaan & Karakter Sapu Angin: Pemilik lamanya membeberkan bahwa kelebihan utama Sapu Angin adalah memiliki buangan lagu yang panjang-panjang dan sangat kuat dimainkan bersesi-sesi tanpa loyo. Sementara itu, kekurangannya hanya pada perilakunya yang kadang masih agak naik-turun tangkringan.
Asal-Usul Burung: Sapu Angin awalnya didapatkan dari sebuah gantangan kampung di daerah Bojonegoro, Jawa Timur. Saat pertama kali dibawa ke Jakarta, burung ini sempat macet dan tidak mau jalan selama 6 bulan. Performa terbaiknya baru terkunci dan stabil setelah melewati masa mabung (ambrol bulu) dan sukses meraih juara 1 di kelas utama Piala Kapolres B16 di Cawang.
Bongkar Rahasia Perawatan: Pemilik mengungkapkan bahwa perawatan harian Sapu Angin sebenarnya sangat sederhana atau layaknya "burung pekerja":
Pakan harian: Cukup pisang dan jangkrik pagi serta sore tanpa adanya booming atau setelan ekstrem.
Penjemuran: Dilakukan dengan metode jemur krodong secara singkat dan fleksibel menyesuaikan waktu luang pemiliknya.
Kunci Utama (Kandang Umbaran): Faktor paling penting yang membuat fisiknya stabil dan kuat main banyak sesi adalah penggunaan kandang umbaran. Setiap kali selesai dilombakan (khususnya pada H+1), Sapu Angin dilepas secara bebas di dalam kandang umbaran yang diletakkan di dalam rumah selama beberapa hari.
Sumber :@JawaraKicauChannel