Kacer RN sukses mencuri perhatian karena berhasil bersaing ketat dan mengalahkan beberapa kacer mewah seharga ratusan juta rupiah dengan meraih juara 2 dan 3. Berkat kestabilannya, kacer ini sempat ditawar seharga Rp50 juta namun ditolak oleh sang pemilik (owner).
Keistimewaan & Gaya Tarung: Kacer RN dinilai sebagai burung yang jujur dan unik. Gaya mainnya sangat khas, yaitu gaya tarung nyosor (nangkur). Ketika juri berjalan mendekat ke arah sangkarnya, RN justru tampil semakin menekan dan responsif. Staminanya sangat baik, di mana burung ini kuat dimainkan sebanyak 3 hingga 4 sesi berturut-turut jika kondisi cuaca mendukung.
Materi Isian Lagu: Tipikal suara kacer RN bukan sekadar burung yang mengeluarkan tembakan searah, melainkan berkarakter roll-tembak dengan lagu buangan yang variatif. Isian lagu andalannya yang paling menonjol dan fasih dibawakan di atas gantangan adalah suara burung Ciblek Gunung (Cigun), Serindit, dan Lovebird (LB).
Pola Rawatan Harian: Sang joki menerapkan setelan perawatan yang tergolong standar namun disiplin:
Pakan: Porsi jangkrik harian diberikan sebanyak 7 ekor pagi dan 7 ekor sore.
Mandi & Penjemuran: Mandi dijadwalkan wajib sebanyak dua kali dalam seminggu. Kunci kebugaran fisik kacer RN terletak pada proses penjemuran dan latihan di kandang keparan (umbaran) yang rutin seminggu sekali.
Kondisi Cuaca: Kacer RN berada di top perform-nya ketika cuaca panas terik, sementara performanya cenderung sedikit menurun jika kondisi cuaca mendung atau musim hujan.
Kriteria Kenyamanan Lapangan: Kacer RN sangat sensitif dengan atmosfer lingkungan sekitar. Burung ini membutuhkan lapangan yang kondusif, tertib, dan tenang, seperti di gelaran Highland Stadium. Ia kurang menyukai tipe perlombaan yang gaduh atau penonton yang berteriak di sekitar pagar bawah karena bisa mengganggu fokus kerjanya.
Sumber : @JawaraKicauChannel