Kembalinya (comeback) burung kacer legendaris bernama "Juventus" milik Mr. Hendi dari Dewa Sakti BF ke arena perlombaan setelah menyelesaikan masa mabungnya. Walaupun baru beres mabung sekitar 2 hingga 3 minggu dan belum mendapatkan latihan fisik maksimal di kandang umbaran, Juventus langsung sukses mencetak kemenangan mutlak sebagai double winner (juara 1 sebanyak dua kali).
Peningkatan Materi Setelah "Sekolah": Selama masa pemulihan mabung, Juventus ternyata dimasukkan ke sekolah khusus kacer, yaitu Malik School. Hasilnya, jika dahulu tonjolan materi lagu Juventus didominasi suara burung kolibri dan burung gereja (bling), kini ia memiliki tambahan variasi materi lagu yang lebih kasar dan tajam karena efek mastering di sekolah tersebut.
Kondisi Fisik Saat Lomba: Mr. Hendi mengakui bahwa sebenarnya keikutsertaan Juventus dalam event ini terkesan agak dipaksakan karena bulunya masih sangat baru. Rencana awalnya burung baru akan dilombakan setelah lebaran. Namun, karena dalam satu minggu terakhir di rumah burung tersebut terlihat sangat gacor dan aktif berkicau (ngrecek), ia memutuskan untuk menurunkannya sebanyak dua sesi sebagai ajang pemanasan.
Misi Meramaikan Kelas Kacer: Kehadiran kacer legendaris Juventus di arena gantangan juga mengusung misi emosional dari pemiliknya. Mr. Hendi ingin menumbuhkan kembali semangat juang para pencinta kacer (kacermania) agar tidak ragu bersaing di event-event besar. Beliau mengamati bahwa belakangan ini kelas kacer di event besar kerap kali sepi karena para pemain akar rumput sering kali merasa minder atau takut bersaing dengan burung milik pemain-pemain besar.
Sistem Penjurian Modern: Menurut Mr. Hendi, sistem perlombaan saat ini dengan format 24 gantangan (24G) jauh lebih transparan dan terkoordinasi dibanding zaman dulu yang menggunakan 60-70 gantangan. Format ini menguntungkan semua pihak karena kualitas burung yang bekerja bagus di lapangan akan terlihat sangat jelas dan objektif, tanpa memandang siapa pemiliknya.
Sumber : @jawaraKicauChannel